FLMK - "Baru dua bulan saya bekerja di perusahaan kelapa sawit sebagai Executive Assistant dari Presiden Direktur dan Direktur Keuangan. Saya berniat mengundurkan diri setelah tiga bulan masa percobaan, karena saya harus merawat ayah yang sakit. Memang tidak ada lagi yang bisa merawat karena ayah tidak berkenan jika dirawat oleh perawat. Yang ingin saya tanyakan, etiskah jika saya mengajukan setelah tiga bulan melalui masa percobaan? Terus terang selain karena ingin merawat ayah, saya juga tidak nyaman sama sekali dengan pekerjaan ini." (Susi K, Jakarta)

Sebenarnya, yang tahu persis alasan sebenarnya adalah diri kita sendiri, demikian menurut Donna Turner, praktisi sumber daya manusia dari EXPERD. Tetapi apapun alasannya, ini yang perlu diperhatikan:

Bila alasan merawat ayah yang sakit
Maka langkah etis yang perlu dipelajari, cermati kontrak kerja sama dengan pihak perusahaan selama menjalani masa percobaan. Adakah pemberitahuan formal yang perlu disampaikan ke pihak perusahaan. Bila ada, ketahui durasi waktu yang diperlukan. Misalnya, seminggu atau sebulan sebelumnya. Siapkan surat resmi ke pihak perusahaan, buat salinannya sebagai arsip, sekiranya diperlukan di tempat kerja baru nanti.

Perhatikan juga apakah ada kewajiban yang perlu dipenuhi sebelum mengundurkan diri, termasuk kepada siapa kita perlu mendelegasikan tugas dan tanggung jawab. Sampaikan dengan baik dan jelas kondisi ini pada atasan dan departemen HR, sehingga kita bisa mempersiapkan pengunduran diri sesuai prosedur. Sesegera mungkin jalani prosedur ini. Semakin banyak waktu untuk persiapan pengunduran diri, semakin cukup waktu mengelola masa transisi di rumah, berkaitan dengan kegiatan merawat ayah pasca nanti.

Bila alasan rasa tidak nyaman
Maka sebelum memutuskan, lakukan evaluasi dulu atas faktor apa saja yang menyebabkan ketidaknyamanan tersebut. Tujuannya, agar kita tahu alasan pengunduran diri lebih pada faktor internal (dalam diri), atau faktor eksternal. Bila alasan utama lebih pada faktor eksternal, seperti masalah gaji, fasilitas, tunjangan, jam kerja, peraturan perusahaan yang dirasa kurang cocok, maka ini bisa dijadikan bahan pertimbangan saat memutuskan mencari pekerjaan baru.

Bila alasan utama ketidaknyamanan lebih pada faktor internal, maka kita perlu mengenal diri lebih baik. Lakukan beberapa upaya agar mudah menyesuaikan diri, lebih kreatif mencari solusi atas tekanan-tekanan di tempat kerja yang selama ini dirasa menjadi hambatan. Pengenalan dan penyesuaian diri ini berlaku kapan saja, baik di tempat kerja sekarang maupun di perusahaan baru yang akan dimasuki nanti.

Pertimbangkan!
Saat pindah pekerjaan atau mengubah karier, yang perlu dipertimbangkan antara lain:

1. Cari tahu antusiasme dalam bekerja
Sadari minat dan motivasi utama dalam bekerja. Ini akan menjadi dasar untuk berburu pekerjaan maupun karier baru yang cocok. Fokus pada pekerjaan atau kegiatan kerja tertentu yang kita suka. Catat apapun yang terlintas di benak, yang memang senang kita kerjakan. Seperti pekerjaan yang berkaitan dengan komunikasi, promosi, atau mengulik komputer, atau berkaitan dengan administrasi dan klasifikasi, atau berkaitan dengan perjalanan, dan sebagainya.

2. Peka dengan pertanda yang ada di sekitar
Misalnya, proyek apa saja yang membuat kita begitu antusias mengerjakannya. Perhatikan pula kapan kita merasa sangat menikmati pekerjaan. Ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan pekerjaan itu cocok dengan kita. Selanjutnya, kita bisa menelusuri ragam peluang kerja dan karier yang lebih spesifik dan cocok dengan pilihan.

3. Pertimbangkan aktual
Ini dikaitkan dengan yang dibutuhkan di pekerjaan yang ingin diperoleh tersebut tidak melulu berkaitan langsung dengan teknis kerja saat ini. Bisa juga berkaitan dengan hobi kegiatan organisasi yang mungkin pernah diikuti. Atau kita bisa memelajari hal baru yang sesuai dengan pekerjaan yang diimpikan, melalui kursus bersertifikasi.



Ingat, mencari pekerjaan dan karier yang cocok membutuhkan waktu. Perluas networking. Bila perlu, ikuti karier maupun konseling karier, cari tempat kerja dengan iklim dan peraturan yang selaras dengan harapan. Bersikaplah lebih aktif saat wawancara dengan pihak perusahaan. Dengan demikian, kita mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai profil perusahaan dan profil orang-orang yang akan bekerja sama.

Selamat melakukan riset sebelum mengambil keputusan final atau sanksi tertentu. Tindakan apa yang perlu Anda lakukan sebagai antisipasi? Konsultasikan hal ini pada pihak berwenang dan capable, agar Anda mendapatkan gambaran sebelum membuat keputusan final, kompas.